Ahmad Yani Blog's

1 Januari 2011

Tahap awal kegemilangan yang dicapai Sriwijaya

Filed under: Sejarah — Achmad Yani @ 2:32 pm

Tahap awal kegemilangan yang dicapai Sriwijaya

Srivijava, Srivijaya, ataupun Sriwijaya mungkin bukan suatu nama yang asing di telinga kita bahkan generasi kita kelak. Sriwijaya telah menjadi bagian yang utuh dari perkembangan bangsa ini. Sulit dibayangkan memang, bermula dari sebuah kerajaan kecil yang sama sekali tidak memiliki pengaruh, Srivijava atau Sriwijaya berhasil menjelma menjadi kerajaan besar yang dengan angkatan lautnya yang tangguh dan berpengalaman berhasil menguasai seluruh perairan Nusantara yang pada tahap selanjutnya berhasil melebarkan sayap kekuasaanya di seluruh peraiaran Asia Tenggara serta memegang kendali atas jalur perdagangan antar negara dengan memposisikan diri sebagai penguasa tunggal.

Kegemilangan yang diraih oleh kerajaan Sriwijaya diduga diakibatkan oleh melemahnya pengaruh Funan sebagai kerajaan maritim atas jalur perdagangan laut Asia, yang sebelumnya mengendalikan secara penuh jalur perairan Asia lewat dataran rendah sungai Mekong dengan basis utama pemerintahannya berada di Tanah Genting Kra. Masa itu, Tanah Genting Kra merupakan tempat transitnya para saudagar berbagai negara seperti China, India, Persia, dan Arab yang sedang dalam perjalanan yang secara Geografis merupakan jembatan penghubung antara Semenanjung Malaya dengan daratan Asia. Wilayah ini menandai batas antara dua bagian dari “cordillera” pusat, pegunungan yang dimulai dari Tibet ke seluruh semenanjung Malaya. Bagian selatan dipanggil rantai Phuket, bagian utara adalah rantai Tenasserim, yang berkelanjutan sepanjang 400 km sampai Pass Tiga Pagoda. Dinamakan Tanah Genting Kra disebabkan karena wilayah ini tepat berada di kota kra Buri, di provinsi Ranong di Thailand, yang terletak di barat dari bagian tersempit.

Setelah pengaruh Funan benar-benar lenyap dari perairan Asia, kini tinggallah Sriwijaya sebagai satu-satunya kerajaan maritim dan dagang yang masih berdiri dengan kemajuan disegala sektor. Kekuasaan Sriwijaya sangat luas, meliputi meliputi: Indonesia bagian barat, Semenanjung Malaya, Siam bagian selatan, dan sebagian wilayah Fhilipina. Selama ± 5 abad perairan Asia Tenggara berada di bawah kekuasaan kerajaan yang mayoritas rakyatnya beragama Budha Mahayana ini.

Dan selama masa itu pula, Selat Malaka berada di bawah pengawasan ketat kerajaan Sriwijaya. Untuk menjamin keamanan saudagar yang melintasi selat ini, kerajaan Sriwijaya menempatkan pasukan pengaman dengan bekal persenjataan yang lengkap, untuk berjaga-jaga bilamana terjadi hal yang tidak diinginkan. Atas dasar inilah, sebagian ahli sejarah yang ambil bagian dalam menelusuri jejak kerajaan ini berasumsi bahwa pada masa bersamaan, Sriwijaya melakukan ekspansi atas kawasan Indocina yang diawali dengan penaklukkan kota Chaiya, kota yang kini berada di selatan Thailand. Dugaan ini semakin kuat setelah ditemukannya pagoda yang memiliki gaya khas kerajaan Sriwijaya yang hingga kini masih berdiri kokoh. Selain di kota Chaiya, jejak tanda pernah adanya kerajaan ini juga ditemukan di daerah Sumatera, Semananjung Malaya, dan Borneo.

Menurut catatan kuno China, sekitar tahun 600 masehi terdapat dua kerajaan di tanah melayu, dan tiga di tanah Jawa. Selanjutnya, pada tahun 683 masehi, Sriwijaya berhasil menaklukkan seluruh tanah Melayu dan memulai ekspansi besar-besaran atas tanah Jawa. Kerajaan yang berkuasa di tanah Jawa tidak mampu menandingi kekuatan yang dikerahkan Sriwijaya, hingga akhirnya seluruh Jawa menjadi daerah taklukkan pula. Selang 17 tahun kemudian, yakni tahun 700 masehi, Sriwijaya pun berhasil menaklukkan Kedah hingga satu persatu daerah sekitarnya pun tunduk di bawah kekuasaan Sriwijaya.

Detik-detik Keruntuhan Kerajaan Besar Sriwijaya

Sama halnya dengan kerajaan-kerajaan besar dunia lainnya, Imperium Romawi dan Persia misalnya yang diramalkan posisinya tak tergoyahkan namun akhirnya jatuh dan lenyap begitupula nasib yang akan menimpa kerajaan Sriwijaya. Seberapun kuatnya pasukan perkasa siap tempur yang dipersiapkan dengan tambahan persenjataan yang serba hebat, Sriwijaya tetaplah sebuah kerajaan yang pada akhirnya akan runtuh bahkan lenyap dari catatan sejarah dunia. Sejarah telah mencatat bahwa abad ke-9 hingga abad ke-12 merupakan masa-masa kelam bagi kerajaan ini. Permasalahan yang melanda tidak lagi hanya dari eksternal, tapi juga dari internal. Perebutan kekuasaan, separatisme, dan pemberontakan terjadi di setiap daerah taklukkannya.

Pada tahun 1017, kerajaan Sriwijaya sempat bebeapa kali diserang oleh Rajendra Chola, Raja yang berkuasa di India. Namun, semua serangan ini berhasil dipatahkan dan mendesak pasukan yang dipimpin oleh Rajendra Chola untuk mengurungkan niatnya untuk menyerang Sriwijaya. Tapi, Rajenda Chola menolak dan lebih mengalihkan perhatiannya untuk menyerang Kedah dan merebutnya dari tangan Sriwijaya. Akibatnya, Sriwijaya kehilangan kendali atas Kedah, peristiwa ini terjadi pada tahun 1068. Selanjutnya, satu persatu daerah yang dulunya menjadi taklukannya kini pun melepaskan diri, seperti Semenanjung Malaya, Jambi, dan Jawa. Hal ini benar-benar telah melumpuhkan basis kekuatan kerajaan Sriwijaya. Hingga akhirnya, kerajaan Sriwijaya pun jatuh dan pecah menjadi beberapa kerajaan kecil yang silih berganti ditaklukkan daerah luar.

Sriwijaya telah lenyap dengan meninggalkan sejuta pertanyaan akan keberadaannya. Para ahli mengaku kesulitan untuk melacak keberadaan sebenarnya dari kerajaan ini akibat sedikitnya naskah tulisan atau sastra yang ditinggalkan oleh kerajaan ini. Informasi mengenai kerajaan ini hanya bisa didapat lewat beberapa prasasti batu atau keping tembaga serta bahasa Melayu di pesisir-pesisir kepulauan Nusantara yang menjadi akar dari bahasa Indonesia. Ironisnya, Keberadaannya malah banyak diketahui dari tulisan-tulisan musafir Tiongkok dan Arab. Meskipun demikian, banyak juga ditemukan peninggalan-peninggalan berupa benda-benda keramik dan beberapa bangunan yang dibuat dari batu bata yang sedikit demi sedikit mengarahkan ke titik terang.

Catatan-catatan mengenai Sriwijaya

Berikut ini adalah beberapa sumber sejarah yang diketahui berkaitan dengan Sriwijaya:

Berbahasa Sanskerta atau Tamil
– Prasasti Ligor di Thailand
– Prasasti Kanton di Kanton
– Prasasti Siwagraha
– Prasasti Nalanda di India
– Piagam Leiden di India
– Prasasti Tanjor
– Piagam Grahi
– Prasasti Padang Roco
– Prasasti Srilangka
– Sumber berita Tiongkok
– Kronik dari Dinasti Tang
– Kronik Dinasti Sung
– Kronik Dinasti Ming
– Kronik Perjalanan I Tsing
– Kronik Chu-fan-chi oleh Chau Ju-kua
– Kronik Tao Chih Lio oleh Wang Ta Yan
– Kronik Ling-wai Tai-ta oleh Chou Ku Fei
– Kronik Ying-yai Sheng-lan oleh Ma Huan

Prasasti berbahasa Melayu Kuno
– Prasasti Kedukan Bukit tanggal 16 Juni 682 Masehi di Palembang
– Prasasti Talang Tuo tanggal 23 Maret 684 Masehi di Palembang
– Prasasti Telaga Batu abad ke-7 Masehi di Palembang
– Prasasti Palas Pasemah abad ke-7 Masehi di Lampung Selatan
– Prasasti Karang Brahi abad ke-7 Masehi di Jambi
– Prasasti Kota Kapur tanggal 28 Februari 686 Masehi di P. Bangka
– Prasasti Sojomerto abad ke-7 Masehi di Pekalongan – Jawa Tengah

Rujukan:

→http://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Sriwijaya
→http://www.ancientworlds.net/aw/Article/543335
→http://www.britannica.com/eb/article…ivijaya-empire

1 Komentar »

  1. “sekitar tahun 600 masehi terdapat dua kerajaan di tanah melayu, dan tiga di tanah Jawa.”

    Boleh Bapak Aan berikan lebih pencerahan berkenaan Kerajaan Melayu berbanding Sriwijaya. Kegemilangan Sriwijaya sudah tidak menjadi perdebatan, begitu juga Kerajaan Sailendra atau kemudiannya Majapahit. Sebaliknya, Kerajaan Melayu walaupun sudah wujud berdasarkan rekod Pendita Buddha Itsing yang singgah di Sriwijaya dalam perjalanannya ke Nalanda, keberadaan dan kuasa Kerajaan Melayu mash kabur. Bila Kerajaan Melayu itu wujud, kegemilangannya sehingga mempengaruhi dan menguasai Selat Melaka sebelum ditundukkan Sriwijaya oleh Dapunta Hyang. Kemudian bila Kerajaan Melayu sebagai Kerajaan bawahan itu bangkit dalam era Kerajaan Sailendra dan Majapahit sebelum kuat semula diMelaka. Apa yang membawa Kerajaan Melayu berpindah keMelaka? Amatlah menarik untuk mengetahui Kerajaan Melayu itu adalah Kerajaan yang telah wujud begitu lama dan siapa orang-orang Melayu diwaktu itu? Penduduk asal atau apa?

    Sekian.

    Komentar oleh Drabdulrani Kamarudin — 25 Mei 2015 @ 1:46 pm | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: